Dalam diam aku membicarakanmu
Melalui sunyi mungkin kau mendengarnya
Engkau mengalir di darahku, mengarungi samudera adrenalinku, berlabuh di setiap sudut tubuhku, dan hidup bersamaku
Aku dapat merasakanmu
Di antara hampanya malam engkau berlindung di balik mataku, menanti kesadaranku hingga menipis terbasuh waktu
Dan aku tak akan pernah mau terbangun jika ternyata adalah engkau yang membangun kenyataan di dalam mimpiku
Aku tak akan mau terbangun lagi
Dalam diam aku membicarakanmu
Melalui sunyi mungkin kau mendengarnya