Dalam Hangat Nafas Panjang

Tags

, , , ,

Kita meredup pelan-pelan, dalam hangat nafas panjang

Aku masih teringat, masih jelas teringat, ketika kita melebur rasa tanpa perlu berterus terang
Aku tak begitu mengenalmu, begitupun juga dirimu, namun mata membuka celah, rahasia yang sebelumnya tak pernah terkuak

Saling meraba di kegelapan, aku dan kamu menari tanpa nada, tanpa alunan lagu yang memandu pergerakan
Bergulir bagai waktu, tak ada perhentian, dan tak tahu arah tujuan
Namun nikmat ketidakjelasan adalah dahaga bagi kita, dimana kita saling merindu, sedangkan rindu hanyalah alasan
Sebab rindu membuat lupa bahwa kita tidaklah nyata, sebab nyata membuat sadar bahwa kita tak pernah berdampingan

Inikah luka yang dibuat oleh nyata?
Semenjak rindu tak lagi menjadi rahasia, akhirnya kita berhenti saling menyapa

Dan, aku masih teringat, masih jelas teringat, ketika kita melebur rasa tanpa harus berterus terang

Lalu kita meredup pelan-pelan, dalam hangat nafas panjang

-pagijingga

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,080 other followers